SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jika aturan pelarangan menggunakan APBD benar-benar diberlakukan untuk klub-klub profesional di Indonesia maka musim depan 2011/2012 Sriwijaya FC terancam tanpa pemain asing.
"Sebab kita hanya mengandalkan dana sponsor yang tentunya cukup untuk mengontrak pemain lokal dan kita lebih banyak memakai jasa pemain lokal Sumsel," kata Direktur Keuangan PT SOM Augia Bunyamin, Selasa (17/5/2011).
Menurut Augie, APBD tetap dibutuhkan klub-klub ISL mengingat sepakbola di Indonesia memang belum menjadi industri. Namun jika aturan seperti pada PP Nomor 59 tahun 2011 tentang penghapusan dana olahraga akan dilakukan kepada klub sepakbola profesional seperti SFC.
"Maka siap tidak siap kami harus mempersiapkan diri di musim depan. Tentunnya kita sudah memiliki persiapan-persiapan karena memang memiliki dana kas SFC, kemudian memaksimalkan dana sponsor terutama dari BUMD di Sumsel, seperti PTBA, PT Pusri, PTBA dan perusahaan lainnya di Sumsel," kata Augie.
sumber : www.sripoku.com
"Sebab kita hanya mengandalkan dana sponsor yang tentunya cukup untuk mengontrak pemain lokal dan kita lebih banyak memakai jasa pemain lokal Sumsel," kata Direktur Keuangan PT SOM Augia Bunyamin, Selasa (17/5/2011).
Menurut Augie, APBD tetap dibutuhkan klub-klub ISL mengingat sepakbola di Indonesia memang belum menjadi industri. Namun jika aturan seperti pada PP Nomor 59 tahun 2011 tentang penghapusan dana olahraga akan dilakukan kepada klub sepakbola profesional seperti SFC.
"Maka siap tidak siap kami harus mempersiapkan diri di musim depan. Tentunnya kita sudah memiliki persiapan-persiapan karena memang memiliki dana kas SFC, kemudian memaksimalkan dana sponsor terutama dari BUMD di Sumsel, seperti PTBA, PT Pusri, PTBA dan perusahaan lainnya di Sumsel," kata Augie.
sumber : www.sripoku.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar