Berangkat ke China dengan segala problema yang membelit tak membuat Miroslav Janu patah arang. Pelatih Arema yang dikenal keras ini menjamin skuadnya akan habis-habisan meladeni tuan rumah Shandong Luneng di Shandong Sports Centre, Rabu (20/4). Berharap yang terbaik, itulah yang dikatakan Miro.
“Kami sukses mengeksekusi penalti di masa injury time dan berhasil meraih poin krusial di pertandingan sebelumnya. Sudah semestinya kalau kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan hasil yang tentunya juga maksimal,” ujar pria kelahiran 8 November 1959 itu sebagaimana dilansir situs resmi AFC.
Jika berhitung di atas kertas, ‘nafas’ Arema untuk terus tampil di kancah AFC Champions League (LCA) musim ini memang ditentukan dalam pertandingan ini. Jika gagal menuai poin, maka tim pertam adari grup G yang harus angkat koper adalah Singo Edan.
Lebih jauh Miro mengutarakan kerisauannya perihal beberapa pilarnya yang gagal bisa tampil, termasuk dua kiper Arema, Syaifuddin dan Aji Saka. Namun, dua nama ini-sesuai kabar yang diterima ONGISNADE-telah berangkat menyusul rekan-rekannya ke China pada Selasa (19/4) malam.
“Saya hanya bisa bilang, kalau skuad saya akan lakukan semua yang bisa diupayakan dalam pertandingan penting seperti ini. Meski harus diakui, saya juga have no idea bagaimana kami bisa main tanpa kehadiran dua kiper kami. Pokoknya saya harap besok kita tetap punya kiper untuk bisa diturunkan dalam pertandingan.”
Sementara itu, Arema kini menghuni dasar klasemen grup G dengan perolehan poin 1 dari tiga kali bertanding. Peluang untuk lolos dari fase knockout mau tak mau akan benar-benar ditentukan dalam laga melawan jawara China ini. (onn/afc/lia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar